Apa Obat Asam Urat..?

Obat Asam Urat Selain untuk pengobatan asam urat kita perlu juga mengetahui langkah-langkah atau cara menangani penderita asam urat, ...

Obat Asam Urat


Obat asam urat
Selain untuk pengobatan asam urat kita perlu juga mengetahui langkah-langkah atau cara menangani penderita asam urat, berikut akan dibahas tentang pengobatan asam urat dari terapi sampai penanganan melalui tahapan pengobatan menurut stadium pada gout.

Askep Asam Urat (Gout)

Langkah pertama untuk mengurangi nyeri bagi penderita gout adalah mengendalikan peradangan, baik dengan obat-obatan maupun dengan mengistirahatkan sendi yang sangat meradang. karena bagi penderita gout sangat tidak nyaman dengan adanya sendi yang meradang.

Terapi Obat Asam Urat

Pengobatan tradisional untuk gout adalah dengan kolkosin. Biasanya, nyeri sendi mulai berkurang dalamkurun wajtu 12-24 jam setelah pemberian kolkisin, dan akan menghilang dalam kurun waktu 48-72 jam. Kolkisin diberikan dalam bentuk tablet, tetapi jika hal itu menyebabkan gangguan pencernaan, dapat diberikan dengan cara disuntik (intravena). Kolkisin kerap kali menyebabkan diare, dan bisa menyebabkan efek samping yang lebih serius, termasuk kerusakan sumsum tulang belakang.

Obat-obat lain, seperti probenesid atau .sulfinpirazon, berfungsi menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan jalan meningkatkan pembuangan asam urat ke dalam air kemih. Aspirin menghambat efek probenesid dan sulfinpirazon, sehingga sebaiknya tidak digunakan pada saat yang bersamaan. Jika diperlukan obat pereda nyeri, lebih baik diberikan asetaminofen atau obat antiperadangan non-steroid lainnya, seperti ibuprofen. Jika pembuangan asam urat meningkat, dianjurkan untuk minum banyak air (minimal 2 liter/hari) untuk membantu mengurangi risiko kerusakan ginjal.

Allopurinol adalah obat yang menghambat pembentukan asam urat di dalam tubuh. Obat ini terutama diberikan kepada penderita yang memiliki kadar asam urat yang tinggi dan batu ginjal atau mengalami kerusakan ginjal. Pemberian allopurinol bisa mencegah pembentukan batu ginjal.

Pengobatan radang sendi (gout) meliputi pengobatan fase akut dan pengobatan jangka panjang. Untuk pengobatan fase akut digunakan obat anti radang, seperti kolkisin, indometasin, obat anti-inflamasi non steroid (misalnya naproksen), dan golongan steroid. Sementara itu, untuk terapi jangka panjang digunakan obat-obat yang dapat menurunkan asam urat, seperti urikosurik atau allopurinol. Allopurinol bisa menyebabkan gangguan pencernaan, memicu munculnya ruam di kulit, berkurangnya jumlah sel darah putih, dan kerusakan hati.

Sebagian besar rofi di telinga, tangan atau kaki akan mengecil secara perlahan jika kadar asam urat dalam darah berkurang. Namun, jika tofi dangat besar, maka, besar kemungkinan, ia harus diangkat melalui pembedahan. 

Terkadang, orang yang memiliki kadar asam urat tinggi tetapi tidak menunjukan gejala-gejala gout diberikan obat untuk menurunkan kadar asam uratnya. Namun, karena obat tersebut memiliki efek samping, penggunaannya akan di tunda, kecuali jika asam urat dalam air kemihnya sangat tinggi.

Tahapan Pengobatan Asam Urat


Stadium 1:
Turunkan kadar asam urat dengan obat urikosurik.

Stadium 2:
Arthritis akut, diobati dengan:
  • Kolkisin, Kolkisin adalah salah satu obat pilihan untuk mengatasi arthritis gout. Biasanya, dosin yang diberikan adalah 1 mg (2 tablet), kemudian didikuti dengan 0,5 mg (1 tablet) setiap 2 jam hingga serangan akut menghilang. Reaksi toksik abat ini adalah diare, yang terjadi jika dosis yang digunakan mencapai 5-6 m. Umumnya, sebelum hal itu terjadi penderita sudah merasa mual dan ingin muntah.
  • Indometasin, Indometasin mempunyai daya urikosurik ringan. Biasanya, dosis yang dipakai adalah 4 x 50mg (2 kapsul) sehari.
  • Naproksen, Naproksin adalah obat yang paling baru diberikan dengan dosis 3 x 250 mg sehari.
Obat obat di atas dapat digunakan sendiri-sendiri atau dikombinasi. Terkadang, serangan gout muncul karena ada cairan sendi lutut. Terkait dengan hal ini, pengobatan dapat di lakukan dengan pinksi aspirasi, kemudian diberikan injeksi hidrokortison secara intra-artikuler.

Pemberian kortikosteroid secara sistematik, seperti fenilbutason, juga dapat mengatasi serangan gout akut. Fenilbutason sama efektifnya dengan kolkisin. Dosis yang siberikan adalah 3 x 100-200 mg selama searangan terjadi, lalu diturunkan. Efek samping fenibutason adalahdispepsia (rasa tidak enak di perut) dan mual (nausea). Fenilbutason sebaiknya tidak dieberikan pada penderita tukak lambung (ulkus petikus). Juga, harus diperhatikan dengan hati-hati pada penderita gagal jantung (dekompensasi kordis) dan kerusakan ginjal, karena ada kemungkinan retensi air. Fenibutason menambah efek obat-obat, seperti antikoagulan kumarin dan obat-obat antidiabetes.
Stadium 3, 4 hal 2...
[next]
Stadium 3: Arthritis rekuren (kambuh)
Hindari faktor pencetus munculnya serangan gout, seperti makanan yang mengandung lemak dan protein, alkohol, trauma, serta infeksi. Berikan obat profilaktik, yaitu kolkisin (0,5 mg perhari) atau indometasin yang diberikan terus menerus. Jika muncul serangan akut, dosisnya dapat dinaikkan atau diberikan obat anti-inflamasi lainnya. Jika serangan gout sering terjadi san kadar asam urat tinggi, berikan obat urikosurik, misalnya (4-6 gram sehari).

Stadium 4: Arthritis konik
Adanya tofi merupakan indikasi mutlak bahwa penderita gout harus menurunkan kadar asam urat serum. Pada arthritis kronik dapat digunakan obat-obat seperti:
  • Allopurinol, Bekerja dengan menghambat enzim xantin oksidase sehingga mengurangi pembentukan asam urat.DOsis dimulai dengan 300 mg sehari, kemudian disesuaikan dengan kadar asam urat selanjutnya. Biasanya, penurunan asam urat terjadi setelah 10 hari. Penghentian pengobatan dapat menyebabkan kadar asam urat naik seperti semula dalam 10 hari.
  • Obat-obat urikosurik, yaiut Probenecid dan Sulfinpirazon. Obat ini bekerja dengan mneghambat reabsorbsi asam urat di tubuli ginjal. Probenesid mempunyai toksisitas kecil, diberikan dalam dosis 1-3 gram sehari, disesuaikan dengan kadar asam urat seum. Sementara itu, Sulfinpirazon diberikan dalam dosis 200-400 mg sehari. 

Tips Pemilihan obat


Allopurinol digunakan jika produksi asam urat berlebihan, dan terutama efektif pada gout metabolik sekunder. Sementara itu, obat-obat urikosurik dipakai jika pengeluaran melalui ginjal kurang. Untuk membedakannya, asam urat diperiksa dalam 24 jam, setelah 5 hari melakukan diet rendah purin. Jika pengeluarannya lebih dari 700 mg, maka, ada kemungkinan produksi asam urat berlebihan. Dan, jika pengeuarannya kurang dari 600 mg, makaada kemungkinan terjadi gangguan pengeluaran. Pada tofi yang resisten, kedua obat ini boleh dikombinasi.
  • Pengobatan untuk Nefrolitiasis (Gout Ginjal). Diobati dengan banyak minum dan membuat urinbasa. Jika perlu, berikan allopurinol. Obat-obat urikosurikmerupakan kontraindikasi. Beberapa obat yang dapat meningkatkan kadar asam urat, seperti obat pelancar kencing (triazid), obat nyeri (asetosal), fenilbutazon, dan pirazinamid, sebaiknya dihindari.



.

Related

Asam Urat 8703057431589804887

Post a Comment Default Comments

  1. Terima kasih untuk berbagi informasi , informasi itu sangat informatif dan membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, terimakasih juga sudah berkomentar :)

      Delete

emo-but-icon

Pageviews

Hot in week

Recent

Comments

item